Friday, November 08, 2013


"Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi kemana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu, itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru"

-Dee dalam Perahu Kertas-

Dan begitulah ketika jam dinding berdetik akhir-akhir ini. Mengorek-ngorek ke tanah yang sama yang dulu memberikan saya limpahan air segar.
Menggedor gedor lagi pintu yang sengaja di tutup rapat akhir-akhir ini.
Ternyata bahkan kembali pada yang pernah sengaja kita tolak itu sulit. Meski yang kita tolak adalah diri sendiri.

Tuesday, November 05, 2013


Selamat datang, November.

Kalau Einstein bilang waktu itu relatif maka aku setuju sekali.
Dua bulan sudah aku "dirampas" dari kehidupan normal ke kehidupan yang-entah-gimana-ngejelasinnya.
Kenapa ku menyebutnya dirampas? Karena aku memang merasa semua hal itu telah merampas aku dari kehidupan. Semua serasa seperti sedang berada di sebuah lorong panjang, gelap, sempit, pengap, dimana aku takut untuk tidur karena takut akan melewatkan gerbang finish-nya. Mungkin sedikit lebay dengan menganalogikan hidupku dua bulan terakhir dengan hal seperti itu tapi memang kadang keadaanku se-lebay itu.

Apa ya yang bisa diceritain dari dua bulan kebelakang? Banyak banget sih sejujurnya tapi ya as you know kadang kalau terlalu banyak juga jadi bingung kan?

Dua bulan terakhir aku banyak nangis, banyak ketawa, banyak capek, banyak begadang, banyak ketiduran di kelas, banyak lupa makan, banyak kelewatan waktu naik angkot, banyak dimarahin, banyak di remed. Tapi ketika aku sampai di ujung jalannya (yang ternyata adalah awal dari jalan baru) aku semakin menjerit menangis bukan karena aku sedih tapi karena aku terharu. 

Dua bulan terakhir aku menjadi orang pertama yang berangkat dari rumah dan orang terakhir yang sampai di rumah. Pergi saat matahari belum terbit dan pulang saat matahari sudah terbenam. Semua proses ini  telah memperkenalkanku pada berbagai hal baru.

Siapa yang ingin kuucapkan terimakasih karena telah menempatkanku dalam posisi dan keadaan yang seperti sekarang ini?

Tuhan. Allah Subhanahuwata'ala, Sang Maha Membolak-balikan Hati.
Yang entah dengan bagaimana bisa begitu saja membalikan hatiku. Dari yang asalnya seratuspersen 'tidak' menjadi seratuspersen 'ya'. Yang sudah memberiku kesempatan yang seadil-adilnya atas do'a panjanku  selama ini. Jawaban seperti ini memang bukan jawaban yang pernah terbayangkan tapi entah lagi-lagi gimana caranya, hatiku berbalik begitu saja.

Orang bilang sih ini masalah jodoh.

Dan yasudah Tuhan men-jodohkan aku berada disini..

Aku bahagia, kok.