Aku memilih untuk naik ke lantai 2, menyaksikan perhelatan tahunan ini dari atas sini. Apapun jawaban 8 adik-adikku itu, apapun pertanyaan yang akan mereka dapatkan, tekanan macam apapun yang akan dihadapi dari puluhan orang yang (sengaja) beraut muka tidak ramah itu, aku sudah percaya. Mendampingi mereka dalam proses regenerasi selama beberapa bulan terakhir, aku tahu mereka telah siap.
Dan lebih dari sekedar siap untuk menjalani hari ini, tapi siap mejalani amanah yang akan mereka emban setahun kedepan.
Hari ini mereka hanya butuh sedikit menunjukan, tempaan macam apa yang telah mereka jalani beberapa bulan ke belakang, nilai seperti apa yang telah kami coba tanamkan, dan cita-cita apa yang akan mereka bawa kedepan.
Langit tak perlu menjelaskan dirinya tinggi, people know you're good when you are goodUjar salah satu KPH, disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Aku hanya tersenyum dari atas, ya, dia salah satu yang terbaik.
Pada akhirnya, proses kaderisasi panjang itu mencapai puncaknya hari ini, tidak berakhir disini tentunya, hanya saja satu fase telah selesai. Esok-esok kalian akan berjalan sendiri, kalian siap terbang mandiri dan kami sudah siap melepaskan.
Setelah ini, tidak ada lagi kumpul jam 6 pagi. Lari-lari keliling lapangan sambil bernyanyi-nyayi. Tidak ada lagi kepanasan, tidak ada lagi tugas-tugas berat, tidak ada lagi berdebat. Aku tidak tahu apa yang kalian rasa selama beberapa bulan terakhir, karena aku tahu cara kami mendidik kadang keras, kadang tega, kadang membuat kalian seringkali ingin berhenti. Tapi semoga, suatu hari kalian mengerti, tempaan seperti ini yang membuat kita semua menjadi lebih kuat dan lebih siap.
Aku kira aku akan jadi bagian dari kakak-kakakmu yang bersemangat bertanya di bawah sana, sebab aku lebih paham kelemahan kalian. Tapi pagi tadi, aku lihat kalian saling berangkulan, berdoa, satu-dua meneteskan air mata dan aku tahu segala kekurangan dan kelemahan kalian yang masih menyisakan ragu dalam hati ini akan teratasi dengan baik karena kalian memiliki satu sama lain. Maka aku memilih berdiri di atas sini.
Rasanya begini ternyata.
Tahun lalu, aku ada di barisan yang kepanasan itu. Menghadapi Aa dan Teteh galak yang banyak bertanya. Betapa waktu, sudah banyak berlalu. Dan tanpa disadari orang-orang silih berganti.
Titip rumah ya, dek. Titip rumah kami :)



