Sunday, October 11, 2020

Berdoa untuk berlapang ternyata sulit sebab aku tau apa yang masih aku inginkan. Berdoa untuk ikhlas juga ternyata tak kunjung terkabulkan sebab aku juga menyadari aku masih berharap.

Tapi hari ini, rasanya ingin aku lepaskan kamu ke langit saja. Aku menyayangimu teramat sangat aku begitu takut menyakitimu. Aku menginginkanmu teramat sangat aku takut melukaimu.

Terimakasih banyak sekali, sudah berbuat baik selama ini. Dan maaf bila aku tak sempat banyak membalasnya. 

Kali ini biarkan saja, semua terlepas. Terbang bebas.

Aku merapal doa kencang malam ini:

Aku punya teman yang menurutku dia baik. Bila menurutMu ia juga baik bagiku dan aku baik baginya, pertemukan kami lagi pada ketetapanMu yang indah.

Dan ini ya Allah, segala harapku, segala inginku, segala rasaku. Aku tidak ingin menggenggam semua ini bila semua menjauhkanku dariMu. Aku titipkan padamu, sebab tak ada yang lebih aku percaya bahwa rencanaMu pastilah yang terbaik. Pastilah.

Aku tentu tidak mampu mengelak pada semua gundah dan rasa ini. Semua harap dan cemas ini. Engkau tau segalanya dalam aku. Engkau tau.

Bila aku dan dia adalah baik bagi satu sama lain, jaga aku dalam ketenangan, 

jaga kami dalam keyakinan dan ketetapan hati, 
jaga kami dalam keteguhan niat,
jaga kami dalam setia,
jaga kami yaAllah.

Bila tidak, kumohonkan keridhan diri yaAllah. Sesungguhnya aku begitu lemah untuk bertahan dalam rasa ini dan Engkau satu-satunya penguat. 

Aamiin.