Friday, August 24, 2018

ada jeda yang kita ukir sendiri
dan spasi yang kita ketik sendiri

sebab kita akan selalu berjarak,
bukan oleh ruang dan waktu,
tapi oleh batas,
dan tidak ada jarak yang lebih nyata daripada itu,
atau lebih kejam daripada itu, aku tidak tahu yang mana,

sialnya,
kita sama-sama paham akan batas,
sama-sama selalu melangkah mundur,
sama-sama mempersilakan pergi,

padahal kita mungkin cuma ingin berteman,
tidak lebih dari itu

sebab nyatanya bicara denganmu cukup menyenangkan

ya, terimakasih sudah membantu dengan lakban dan kresek hitam
juga angkut-angkut kertas di gelapnya stadion

hehe

Thursday, August 09, 2018

Di penghujung malam, kamu dan aku selalu tahu, masih ada pagi yang akan kembali menyapa dan hari untuk kembali dilalui.

Sesekali kamu dan aku menghela nafas dalam, menatapi esok yang akan segera hadir padahal lelah hari ini belum sepenuhnya beranjak pergi.

Tak apa, di bawah kuning lampu malam ini, aku melihat lekuk manis ujung bibirmu, juga sabit senyum di matamu, meski suaramu serak, kantung matamu hitam, wajahmu pucat, senyum penuh kesederhanaan itu membuatku percaya,
kamu lebih dari mampu menghadapi esok juga esok-esok setelahnya.

Kamu dan aku,
walau waktu kita hanya sepenggal malam,
semoga seterusnya bisa berbagi lelah seperti ini, hingga kita menua bersama,
menikmati secangkir teh di kursi kayu tua di teras rumah,
dengan langkah-langkah kaki kecil berlarian,
dengan suara-suara kecil bersahutan,
dengan mata-mata polos yang masih lugu memandang dunia

Kamu dan aku akan jadi tim yang hebat, dan lebih kepada karena aku banyak belajar darimu.

Ku harap kamu menemaniku membesarkan anak-anakku, cucu-cucumu,
Ku harap kamu menemani aku, hingga rambutku mulai tumbuh uban seperti sebagian rambutmu yang sudah tak lagi hitam,
temani aku terus ya, buk

Tuesday, August 07, 2018

tentang idealisme

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki mahasiswa"

Tapi aku tu bingung,
Kalau ujian masih nyontek,
Kalau kuliah masih TA,
Kalau bikin tugas cuma copas dari temen,
Kalau bikin spj atau lpj masih manipulasi sana-sini,

Idealisme yang mana sih, yang sedang kita bicarakan?

tentang doa


Pernah berpikir gak, bahwa setelah sujud penuh simpuh kamu menghamba, setelah tengadah tanganmu setiap sepertiga malam, namun do'a mu tak kunjung Allah kabulkan itu mungkin karena kamu tidak baik dimataNya? 
Karena Ia tidak mencintaimu? 
Pernah berpikir seperti itu?

Bila pernah, coba ingat lagi kisah Nuh yang berdoa selama 950 tahun tapi orang terdekatnya tetap tidak beriman. Kisah Muhammad yang berdoa bagi pamannya, tapi tetap melawannya hingga akhir. Kisah Yaqub yang berdoa sambil menangis hingga hilang penglihatannya atas kerinduan terhadap putranya Yusuf. 
Dan apakah mereka bukan orang-orang yang begitu mulia dan begitu Allah cintai?
Maka doa-mu tak pernah jadi sebab akan pemberian Allah. 
Berdoa adalah perbincangan akrabmu dengaNya. Wujud penghambaan bahwa kita, manusia, adalah tidak berdaya. 

Dikabulkan atau tidak, bukan itu poinnya. Terus berdoa apapun kondisinya, itu intinya.
Maka dicintai atau tidak kita oleh Allah bukan atas dikabulkan atau tidaknya doa dan pinta kita. Dicintai atau tidaknya kita oleh Allah adalah ketika lisan dan hati kita masih tergerakan dan Allah perkenankan untuk selalu berdoa.

Wallahu a'lam