Monday, January 13, 2014

2 Minggu lalu tahun baru, atmosfirnya masih terasa hingga hari ini. Sudah cukup lama aku tidak pernah merayakan tahun baru. Koreksi, aku dan keluargaku.

Banyak orang merayakan tahun baru dengan suka cita, dengan perayaan, dengan bahagia. Tapi kami menyambut tahun baru dengan kehilangan, dengan ingatan bahwa siapa-siapa yang membersamaimu hari ini adalah siapa-siapa yang juga akan meninggalkan atau kamu tinggalkan.

Dulu, di 2011, tepat ketika suara petasan dan kembang api memenuhi langit, ketika suara terompet ada di mana mana, ketika orang-orang makan besar dan tertawa, di sudut rumah sakit kami saling memeluk dan menangis, mengantar kepergian bagian dari kami. Ketika semua orang mengawali hari pertama di tahun yang baru dengan penuh harap, kami melaluinya dengan mulai membenahi tempat yang kosong karena ditinggalkan.

Hari itu aku baru tahu, harapan dan kehilangan bisa berdampingan dalam waktu yang sama.

Sehingga sejak itu, aku tak pernah merasa layak untuk merayakan tahun baru. Ia hanya selalu jadi pengingat, atas yang pernah pergi dan yang akan pergi.

Aku juga bukan orang yang senang membuat resolusi, iya, anaknya suka kejutan akutu... hhee
hm, sebenarnya hanya karena aku percaya tidak pernah ada perubahan yang terjadi dalam dan karena satu momen besar. Setiap titik balik adalah buah dari perjalanan yang terdiri dari berbagai momen kecil. Kamu hari ini adalah kumpulan setiap momen kecil yang kamu kumpulkan sejak kemarin, yang pelan memahat dirimu yang sekarang. Maka, buatku lebih penting memastikan dalam momen-momen kecil itu, aku melakukan hal yang baik, yang bermanfaat.

No comments:

Post a Comment