Pernah berpikir gak, bahwa setelah sujud penuh simpuh kamu
menghamba, setelah tengadah tanganmu setiap sepertiga malam, namun do'a
mu tak kunjung Allah kabulkan itu mungkin karena kamu tidak baik
dimataNya?
Karena Ia tidak mencintaimu?
Pernah berpikir seperti itu?
Bila
pernah, coba ingat lagi kisah Nuh yang berdoa selama 950 tahun tapi
orang terdekatnya tetap tidak beriman. Kisah Muhammad yang berdoa bagi
pamannya, tapi tetap melawannya hingga akhir. Kisah Yaqub yang berdoa
sambil menangis hingga hilang penglihatannya atas kerinduan terhadap
putranya Yusuf.
Dan apakah mereka bukan orang-orang yang begitu mulia
dan begitu Allah cintai?
Maka doa-mu tak pernah jadi
sebab akan pemberian Allah.
Berdoa adalah perbincangan akrabmu dengaNya.
Wujud penghambaan bahwa kita, manusia, adalah tidak berdaya.
Dikabulkan
atau tidak, bukan itu poinnya. Terus berdoa apapun kondisinya, itu
intinya.
Maka dicintai atau tidak kita oleh Allah bukan
atas dikabulkan atau tidaknya doa dan pinta kita. Dicintai atau tidaknya
kita oleh Allah adalah ketika lisan dan hati kita masih tergerakan dan
Allah perkenankan untuk selalu berdoa.Wallahu a'lam
No comments:
Post a Comment