Monday, July 30, 2018

[Cinta Pertama]

Kuperkenalkan kamu pada cinta pertamaku.

Dengannya, aku menghabiskan sisa hari berbincang bersama tentang banyak hal. Aku tak takut mengungkapkan apapun karena dia telah menerimaku untuk aku yang apa adanya.

Dia cinta pertamaku,
yang dari teduh matanya membuatku begitu percaya, di dunia yang terkadang tak ramah ini, ada yang berjuang melindungiku dengan sebegitu besarnya.

Dia cinta pertamaku,
yang dalam nada khawatirnya, dalam ungkapan kasih penuh canggungnya, ku temukan makna cinta yang sesungguhnya.

Kasih sayangnya menumbuhkan, tak mengekang dan memiliki,
ia melepaskan,
membiarkanku terbang dalam cakrawalaku sendiri,
sembari terus setia menjadi tempatku pulang, kapanpun.

Dia cinta pertamaku,
yang dalam ketidaksempurnaannya, dalam kurangnya, memahamkanku bahwa pada akhirnya, cinta terbaik adalah tentang mengusahakan bukan kesempurnaan.

Dia cinta pertamaku,
yang restu dan ridhanya kutempatkan diatas rasa ataupun keinginan.

Dia cinta pertamaku,
yang peluh keringatnya berjuang,
lelah raganya bekerja,
tulus hatinya mengasihi
kerut ujung-ujung matanya,
telah membuatku terus menjaga diri dan hati dari segala yang tidak boleh aku tembus,
berusaha agar tak pernah ada yang akan ku persilakan masuk tanpa membawa restunya ketika mengetuk pintu hatiku
demi menjaga kehormatannya, menjaga martabatnya, menjaga perasaannya,
agar hatinya selalu tenang mengetahui, anak perempuannya baik-baik saja disini.

Dia, tetap dan akan selalu jadi cinta pertamaku.

Selamat ulang tahun, Ayah! :)

No comments:

Post a Comment