Akhirnya hari ini usai. Aku merebahkan diri, menyalakan pendingin ruangan, menatap langit-langit. Berpikir, atau lebih tepatnya mengawang-ngawang.
Lama, hingga akhirnya aku berakhir disini.
Hari ini banyak yang terjadi, banyak yang aku lakukan, juga lalui. Dan aku terheran, mengapa aku tak kunjung terlelap, padahal jelas-jelas aku lelah.
Ah, mungkin, bersebab kepala dan hati masih belum usai terus bekerja. Walau badan sudah meronta-ronta minta istirahat.
Aku tadi menangis. Dan mungkin sebenarnya bisa kembali menangis saat ini, tapi aku tidak memilih melakukannya. Aku memilih berdiam saja, menatap langit-langit.
Dulu, aku pernah merapal doa, memohon suatu hal. Dan sepertinya Allah mengabulkan doa itu, memberiku hal yang aku pinta.
Dan ketika Allah jawab doa itu, aku menangis. Tapi tidak tau persis mengapa aku menangis. Jelas karena aku sedih, sih. Tapi, juga mungkin karena dalam suram sedih itu, aku juga bahagia. Atau aku hanya sedang mengerahkan tenaga untuk melepas, dan agak sedikit melelahkan dan menggores sedikit, itu saja.
Tak apa-apa tapi, aku begini sebentar saja.
Aku pernah ada dalam posisi yang sama,
sebab itu, aku masih dan akan selalu memercayai hal yang sama.
Bahwa Allah adalah sebaik-baik perencana.
Selamat beres-beres diri, Az,
selamat berbenah,
kuncinya selalu sama seperti yang lalu-lalu; kamu hanya harus tetap jadi baik,
baik niatmu, lakumu, ucapanmu, dan prasangkamu padaNya.
Apapun yang terjadi.
ingat, Allah ada,
ia tau apa yang pernah dan masih kamu harap,
sehebat apapun kamu menyangkalnya,
tapi kamu selalu bisa memilih, doa seperti apa yang kamu munajatkan,
dan semoga kamu hanya akan selalu mengijinkan dirimu untuk merapal doa-doa baik, yaa!
tetap tersenyum!
No comments:
Post a Comment