Tuesday, May 07, 2019
[Ukuran Kepantasan]
Banyak sekali waktu, dalam berbagai konteks, selalu merasa diri tidak pantas atau tidak mampu untuk meraih dan menggenggam sesuatu.
Mungkin kalian juga sering. Entah itu cita-cita yang terasa terlalu tinggi untuk diraih, pencapaian yang terasa terlalu mustahil untuk digapai, target yang terasa terlalu utopis untuk terwujud, atau seremeh dee yang terasa terlalu baik untuk diajak bersama.
Tapi to, ukuran kepantasan itu bukan kita yang menentukan batas-batasnya. Kalo kita ingat kisah Hajar, kita bisa mengambil pelajaran kecil soal ini. Bahwa kecukupan usaha yang memantaskan Hajar atas air untuk putranya Ismail adalah tujuh kalinya ia harus berlari-lari antara Safa dan Marwah. Andai ia berhenti di ketiga atau keenam, mungkin ia belum akan mencapai ukuran kepantasan itu.
Begitu pun dengan cita-cita, dengan mimpi, dengan target. Kita bertugas menyusun rencana yang matang, lalu mengusahakannya dengan sebaik-baik usaha. Urusan kepantasan akan hasil yang diharapkan dan kecukupan dalam berusaha, biar itu Allah saja yang tentukan. Selalu baik saja dalam berprasangka atas setiap ketetapan ya,
Karena, manusia sebatas mampu menilai dirinya, oranglain, situasi dan segalanya dalam keterbatasan indra, akal, dan hatinya saja, tidak bisa melihat segala yang tersembunyi. Dan yang tersembunyi itu, Allah yang Maha Mengetahuinya.
Seperti kata Rumi; kita menilai yang terlihat, Allah mengurusi yang ada di dalam hati.
Tapi yang pasti, ketika masing-masing kita dihadapkan pada suatu kesempatan, atau keyakinan hati pada tujuan, itu artinya Allah tau bahwa kita sudah siap berjuang. Berjuang dalam bersabar di segala prosesnya, pun berjuang meningkatkan kapasitas diri sampai ke titik kepantasan yang sudah ditentukan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment